baznas trenggalek

10 UPZ TERBAIK TERIMA BAZNAS AWARD 2022 KABUPATEN TRENGGALEK

10 UPZ TERBAIK TERIMA BAZNAS AWARD 2022 KABUPATEN TRENGGALEK

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek kembali berikan apresiasi kepada sejumlah unit pengumpul zakat (UPZ) terbaik tahun 2022. Sebanyak 10 UPZ di Kabupaten Trenggalek menerima BAZNAS Award kali ini.

10 UPZ terbaik tersebut diantaranya SMPN 03 Tugu dari total pegawai sebanyak 17, rata-rata zakat yang dibayarkan melalui Baznas Trenggalek sebesar Rp. 108.139. Kemudian SMPN 1 Watulimo, dari total pegawai sebanyak 36 orang dengan rata-rata pembayaran Rp. 98.516.

Kecamatan Munjungan, dengan total pegawai 13, rata-rata pembayaran Rp. 96.155. Sekretaris Daerah, total Pegawai 125, rata-rata pembayaran Rp. 73.013. Puskesmas Baruharjo, total pegawai 62, rata-rata pembayaran Rp. 70.198.

Puskesmas Slawe, total pegawai 57, rata-rata pembayaran Rp. 64.095. Disdikpora Trenggalek, jumlah pegawai 76 dengan rata-rata pembayaran Rp. 62.278, Dinsos P3A, total pegawai 36, rata-rata pembayaran Rp. 59.184.

Bapeda Litbang, total pegawai 42 dengan rata-rata pembayaran Rp. 55.701, terakhir Kemenag Trenggalek, total pegawai 545 dengan rata-rata pembayaran Rp. 54.948.

Ketua BAZNAS Trenggalek Mahsun Ismail menyampaikan bahwa BAZNAS Award tahun ini adalah yang kali keenam digelar. Tahun ini juga berbeda dengan sebelumnya di mana UPZ-UPZ yang ada terbagi dalam beberapa kategori.

“Maka tahun keenam ini kami menyamakan semuanya seluruh UPZ yang ada di Trenggalek, tahun 2022 ini UPZ kita berjumlah 126, ini kita kategorikan sama,” jelasnya.

“Jadi kami menghitung berapa jumlah hasil kumpulan zakat infaq shodaqoh-nya, kemudian dibagi jumlah bulan dan jumlah pegawai yang tercatat di situ, hasilnya kami dapatkan 10 besar pengumpul zakat terbaik di Kabupaten Trenggalek,” imbuh Mahsun Ismail.

Sementara itu, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin pada kesempatan yang sama berharap kepada BAZNAS untuk ikut bersinergi dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem. Sebagaimana perintah Presiden RI Joko Widodo, kemiskinan ekstrem di Indonesia tahun 2024 harus nol persen.

“Kemiskinan ekstrem itu ukurannya 1,9 dolar purchasing power parity, kalau dihitung di Kabupaten Trenggalek kalau sekarang kemiskinan Trenggalek itu 10,58 itu totalnya sekitar 76 ribu jiwa, nah kemiskinan ekstremnya sekitar 1,5 sekian,” terangnya.

“Artinya sekitar 11 ribu jiwa, jadi kita diberi tugas 11 ribu orang ini wajib mentas, by name by address-nya ada dan harapannya nanti BAZNAS bisa sinergi ke dalam situ,” sambung Mas Ipin.

Mas Bupati Ipin juga mengapresiasi capaian BAZNAS Trenggalek yang tahun ini untuk pengumpulan zakat tembus angka 7 miliar sekian rupiah. Yang antara lain juga ditopang oleh infaq yang cukup besar saat terjadi bencana di Trenggalek beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan itu juga disalurkan bantuan gerobak dari BAZNAS Trenggalek bagi sejumlah pelaku UMKM.

“Saya berterima kasih mewakili masyarakat Kabupaten Trenggalek yang sudah teringankan bebannya oleh bapak ibu sekalian, insyaallah bisa meluap berkahnya,” pungkas Mas Ipin. (Prokopim Trenggalek)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori
Share