baznas trenggalek

Laporan Keuangan BAZNAS Kabupaten Trenggalek Tahun 2022 Kembali Raih Opini WTP

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Trenggalek mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan tahun 2022. Opini tersebut diberikan setelah proses audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Kumalahadi, Kuncoro, Sugeng Pamudji dan Rekan Jakarta.

Opini WTP dalam audit laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Trenggalek oleh KAP ini telah diraih sejak BAZNAS Kabupaten Trenggalek mulai beroperasi pada tahun 2017 hingga laporan Tahun 2022 ini. Opini WTP merupakan yang tertinggi dalam audit laporan keuangan dari auditor independen Kantor Akuntan Publik (KAP).

Opini WTP dalam laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Trenggalek menjadi bukti pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun BAZNAS Kabupaten Trenggalek telah menjalankan sesuai aturan dan regulasi penilaian standar keuangan di Indonesia.

“Alhamdulillah melalui kerja keras dan kerja sama yang baik dari para Pimpinan BAZNAS Kabupaten Trenggalek dan seluruh amil dan amilat, kita mampu mengulang prestasi yang sama melanjutkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dalam laporan keuangan BAZNAS 2022,” ujar H. Mahsun Ismail.

H. Mahsun Ismail menegaskan, BAZNAS Kabupaten Trenggalek memiliki komitmen untuk selalu menjalankan prinsip kehati-hatian dan disiplin mengikuti aturan dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).

“Opini ini tentunya menjadi motivasi BAZNAS Kabupaten Trenggalek untuk menjaga akuntabilitas dan transparansi keuangan kepada masyarakat utamanya dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi muzaki maupun mustahik,” kata H. Mahsun Ismail.

Menurut H. Mahsun Ismail, pencapaian ini harus terus selalu menjadi pegangan BAZNAS Kabupaten Trenggalek untuk menjaga kepercayaan publik kepada BAZNAS Kabupaten Trenggalek sebagai pengelola Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) yang kredibel menjalankan amanah.
BAZNAS Kabupaten Trenggalek telah menyajikan laporan sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 109. Tolak ukur itu menjadi standar akuntansi pengelolaan zakat di Indonesia. (Deni/Humas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori
Share